- Kebudayaan daerah Bengkulu
Upacara adat tabot
Upacara adat, banyak dilakukan masyarakat di provinsi bengkulu sperti :
Upacara adat perkawinan, upacara adat mencukur rambut anak yang baru lahir, dll.
Salah satu upacara adat tadisional di bengkulu adalah upacara tabot yaitu suatu perayaan tradisional yang di laksanakan dari tanggal 1-10 muharamsetiap tahunnya, untuk memperingati gugurnya hasan dan husain, cucu nabi muhamad saw oleh keluarga yalid dari kaum syi’ah dalam peperangan di karbala pada tahun 61 h
Istilah tabot berasal dari kata arab yang secara harfiyah berarti ”kotak kayu”.Dalam al-Qur’an kata tabot dikenal sebagai sebuah peti yang berisikan kitab taurat.Jika pada awalnya upacara tobat di gunakan oleh orang-orang syi’ah untuk mengenang gugurnya husain bin ali bin abi thalib,maka sejak orang-orang Sipai lepas dari pengaruh ajaran Syi’ah,upacara ini dilakukan hanya kewajiban keluarga untuk yakni memenuhi wasiat leluhur mereka.Upaca ini juga di maksud sebagai wujud partisipasi orang-orang Sipai dalam pembinaan dan pengembangan budaya daerah (baca;Bengkulu) setempat.
Untuk melaksanakan upacara tabot ada beberapa perlatan yang harus di siapkan , dintaranya :
- Pembuatan tabot
- Kenduri dan sesaji
- Perlengkapan musik tabot
Alat-alat musik yang biasa digunakan dalam upacara tabot adalah dol dan tessa
- Tata laksana
a. Mengambik tanah ( mengambil tanah )
Tanah yang diambil harus melalui unsur-unsur magis oleh karna itu harus dimbil dari tempat keramat. Tanah yang diambil di simpan di gerga, dibentuk sperti boneka manusi dan di bungkus dengan kain kapan putih lalu di simpan di gerga.
b. Duduk penja
Penja adalah benda yang terbuat dari kuningan, perak atau tembaga yang berbentuk telapak tangan manusia lengkap dengan jari-jarinya.
c. Menjara
Menjara adalah berkunjung atau mendatangi kelompok lain untuk bertanding dol.
d. Meradai
Meradai adalah pengambilan dana oleh jola yang terdiri dari anak-anak berusia 10-12 th
e. Arak penja
Merupakan acara mengarak jari-jari yang di letakan di dalam tabot dengan di jalan-jalan utama di kota Bengkulu.
f. Arak seroban
Merupakan acara mengarak penja di tambah dengan serban putih di letakan pada tabot coki.
g. Gam
Gam adalah salah satu urutan acara dalam acara tabot. Gam adalah waktu yang tidak boleh ada kegiatan apapu. Gam juga dapat berarti tertutup / terhalang.
h. Arak gedang
Acara ini adalah acara yang di akukan setelah acara tabot. Setelah itu mereka berarak dari markas masing-masing menempuh rute yang di tentukan, kemudian kemudian bertemu shingga membentuk arak gedang.
i. Tabot tebuang
Ini adaa rangkaian aara terakhir dari bagian acara tabot, di mana para pengarak tabot tela berkumpul di lapangan dan tela di sandingkan sbagai malam tabot bersanding.
Setiap tindakan dalam upacara tbot selalu di awali dan di akhiri dengan do’a. Do’a tersebut diantaranya adalahsbagai berikut:
• Do’a kubur
• Do’a mohon selamat dan ampunan atas arwah orang-orang muslim di dunia.
• Bacaan tasbi
• Shalawat ulul ’azmi
• Shalawat wasilah, dll.
2. Kebudayaan daerah Bali
Di bali sangant banyak sekali upacara adat, sehingga dapat di katakan kehhidupan spiritual masyarakat Bali tidak dapat di pisahkan dari upacara ritual.
Upacara-upacara besar yang pada umumnyaiala sbagai berikut:
• Upacra penyambutan kelahiran
Di mulai dengan upacara maralek yaitu upacara pemotongan ari-ari yang di sebut kupas pingsit, dan di hubungkan dengan acara melepas hewan yang menerangkan upacara 12 hari setelah bayi berusia 3 bulan.
• Upacara turun tanah
Pada upacara ini agar anak mengenal watak dengan agama dan tradisi hidup, pada hari itu anak tersebut di beri nama dan di berkahi.
• Upacara potong gigi
Upacara ini berlangsung bagi anak perempuan yang telah menjelang dewasa, sbagai tradisi lama yang menggambarakan agar seorang perempuan tidak mirip seorang leak (yang selalu menonjolkan giginya) walaupun pelaksanaannya secara simbolik.
• Upacara pernikahan
Dalam ta penikhan orang balimempunyai batasan dengan kastanya, tapi sekarang banyak yang melakukan pernikahan dengan kasta yang berbeda.
Misalnya : seorang wanita berkasta sudra menikah dengan pria berkasta kesatria, maa jika orang menyapanya tidak menyebut namanya, melainkan harus dipanggil jero. Jika terjadi sebalikya maka wanita itu akan kehilangan gelar kesatrianya.
• Upacara kematian
Khusus bali,ada jenazah orang yang meninggal yang tidak di kuburkan di tanah, melainkan hanya di letakan di atas tanah pada tempat yang angap di sebagai kuburan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar